Belajar melalui Media Sosial? Efektif, kok!

Dalam era digital seperti sekarang ini, memiliki media sosial merupakan sesuatu hal yang lumrah. Beberapa media sosial di Indonesia yang sering digunakan seperti Facebook, Instagram, dan Twitter sudah mempengaruhi bagaimana manusia hidup, bekerja, serta belajar. Oleh karena itu, media sosial merupakan bagian dari kehidupan manusia. Contohnya saja seperti ketika kita melakukan suatu kegiatan, hal pertama yang terlintas dalam benak kita ialah memposting kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan ke media sosial. Dalam benak orang-orang, media sosial dapat menjadi sebuah hiburan dalam kepenatan setiap harinya. Selain itu, media sosial juga sering dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan. Beberapa orang yang memiliki tingkat kreativitas tinggi, memanfaatkannya untuk membuat suatu konten dalam media sosial yang dapat menjadi sumber penghasilan mereka. Namun, taukah anda bahwa media sosial juga bisa dijadikan sebagai alat untuk belajar?

Photo: Flickr by nodstrum
Photo: Flickr by nodstrum

Ketika memikirkan apakah media sosial dapat menjadi alat untuk belajar, beberapa dari anda mungkin akan mempertanyakan seberapa efektif pembelajaran yang dihasilkan dari media sosial. Akan tetapi dalam proses learning, setiap learner selalu memiliki gaya belajar masing-masing. Oleh karena itu, ketika menjawab suatu pertanyaan mengenai efektif atau tidaknya ialah dilihat dari pengemasan materi pembelajaran kedalam konten-konten yang diberikan. Pengemasan konten yang diberikan berkontribusi dalam menentukan cara belajar para learner saat ini. Cara belajar saat ini cukup beragam mulai dari menonton video, mendengarkan podcast, serta membaca informasi melalui artikel, dimana media sosial dapat menjadi wadah dalam pengemasan konten tersebut. Namun, banyak dari orang-orang yang mengira bahwa hanya platform video atau podcast saja yang dapat digunakan sebagai learning tools. Media sosial seperti Twitter dan Instagram pun dapat dijadikan sebagai learning tools. Dalam konteks media pembelajaran, media sosial Twitter dapat digunakan sebagai pendorong keberanian seseorang dalam mengemukakan opininya di forum terbuka dan debat. Sedangkan, media sosial Instagram dapat digunakan sebagai penyampaian suatu materi pembelajaran dan juga wadah diskusi dari materi pembelajaran tersebut. Misalnya saja, dalam media sosial Instagram terdapat akun-akun pembelajaran untuk bahasa inggris. Dalam akun tersebut, kita dapat mendapatkan informasi mengenai kata-kata dalam bahasa inggris yang kontennya dikemas secara menarik dan simple.

Jadi, menggunakan media sosial tidak melulu memamerkan hal-hal yang bersifat hedonis dan hura-hura, lho! Penggunaan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai hal-hal yang dapat berdampak positif untuk diri kita masing-masing. Semakin majunya perkembangan dunia digital, learners pun semakin dipermudah oleh akses-akses yang dimiliki untuk melakukan suatu pembelajaran.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s